


Keseharian yang biasa dilalui dengan mengakses internet selalu menyita waktu. Sebab rasanya selalu saja ada kesibukan yang harus dilakukan di muka monitor itu. Menulis, membaca, mempelajari sesuatu, berbincang kosong, berisi ataupun hanya tertawa-tawa untuk membuat teman dimarahi atasan di kantor. Semua itu namanya kesibukan. Di antara itu, tentu juga masih diselingi tugas yang sebenernya lebih utama, tapi entah mengapa juga aku justru menyebutnya ' diselingi '...membersihkan rumah, berbelanja, memasak, dan segala urusan rumah tangga lainnya. Maka, jika ada kegiatan lain yang membuat urusan tekun menatap monitor ini agak terganggu, rasanya seperti mendapat hari libur kantor. Hanya saja, libur yang ini kurang menyenangkan. Begitulah, selama beberapa bulan ini libur-libur ini beberapa kali pula kudapatkan. Setiap kali itu pula, aku mengusahakan untuk bisa sesegera mungkin mengaktifkan kegiatan ' kantor ' agar tidak tiba-tiba menjadi dungu. Tetapi gangguan yang terakhir, agak lebih hebat dari sebelumnya. Betul !! Ini menyangkut urusan menjadi kontraktor dadakan yang harus berjalan lambat dan kuprediksikan akan berlangsung selama setahun. Meresahkan dari beberapa sudut, meski hasilnya pasti menyenangkan.
Kembali pada kisah tentang kegiatan harian ' kantor ' tadi, kebetulan juga sedang ada proyek menyenangkan bersama Hany si juragan Pisang Molen di Singapore. Tentu aku menjadi lebih sibuk dari biasanya. Tapi dengan sungguh terpaksa, kesibukan itu harus dihentikan. Ah, tak adil memang menimpakan pekerjaan pada teman yang jabatannya sama dengan kesibukan yang hampir sama. Dan aku harus memutar otak mencari cara lain agar proyek itu berjalan lancar. Mudah-mudahan para kolega di dalam proyek itu tidak merasa keberatan dengan solusi yang kutawarkan pada mereka. Sebab, tanganku memang harus terangkat ke atas, menyerah pada nasib......Dan sebelum mereka yang ada di sekitar kantor menutup aksesku lagi, kusempatkan saja melaporkan beberapa gambar liputan disini, termasuk gambar kantorku yang terkena imbasnya....