Uban itu laki-laki yang sayang keluarga, dan senang beli makanan. Jadi kalau pulang kantor, seringkali dia bawa jajanan, kue, minuman....apa aja untuk dinikmati rame-rame. Kalau kebetulan ada orang lain di rumah, ya kami pasti bagikan juga untuk ikut menikmati kue-kue itu. Seperti tukang-tukang yang ada saat ini, tidak pernah kami bedakan dalam soal makanan sekalipun.
Ceritanya, kemarin Uban pulang dengan oleh-oleh kue dari Mon Ami. Enak kan? Satu kotak sedang, yang isinya cukup untuk dibagi-bagi semua yang ada di rumah, sekaligus menyisihkan sedikit untuk dibawa adik pulang ke rumahnya.
" Tolong dik In...pasukanmu dibagikan kuenya"......Untuk tukang-tukang itu maksudnya. Tapi mereka masih sibuk kerja, jadi belum mau. Uban, aku, juga belum makan sama sekali, sekotak kue itu diletakkan saja dekat kopi.
Ngobrol terus sampai adik pulang, dan diantarkan sampai motornya di luar halaman. Tiba-tiba aku baru sadar, kue sekotak itu entah dimana. Sampai pagi, gak ketemu juga. Dan kami, aku, uban, anak-anak juga belum makan sama sekali.
"Mas Ari, coba naik ke atas pelan-pelan...mungkin kue sekotak itu dibawa ke atas sama mas-mas itu...kan banyak, pasti masih ada....". Maka, Ari dan Rayi naik, dan turun lagi dengan membawa kotak kue itu. Benar rupanya, dibawa ke atas.
Tapi..........."udah kosong bu, habis semua.." Wwhhaaaaaaaattttttttt ???????!!!!!!!
Yang namanya rejeki itu memang sudah ada alamatnya sendiri kok....percaya deh !