| |
Saya baru saja membaca artikel kesehatan dari tabloid Wanita Indonesia No.903. Memang dalam setiap terbitannya selalu menyertakan artikel-artikel yang sangat bermanfaat, meski sebagian ada yang sudah tahu, ada yang rasanya bukan untuk saya, dan sebagainya. Tapi artikel kali ini begitu menggelitik dan semula saya baca untuk iseng karena sebenernya sangsi apakah benar adanya. Judul artikel itu : " Cukur Bulu Ketiak Timbulkan Kanker ?" Sebuah artikel tanya jawab antara seorang pembaca dengan Dr. Ryan Thamrin.
Pertama yang terpikir oleh saya adalah, "mana mungkin? bagaimana bisa ? apa hubungannya?" Yah...begitulah selalu pemikiran orang awam seperti saya ini. Tentu sebagiannya juga karena sebenarnya sedikit merasa tersinggung, karena hal itu termasuk salah satu kegiatan yang harus saya lakukan dan perhatikan, terlebih jika akan menari Jawa dengan pakaian bermodel kemben. Bahkan karena terbiasa begitu, jika sudah lama sekali tidak mencukur bulu ketiak, meski termasuk jenis yang tidak lebat, sampai sekarang saya masih melakukannya. Tapi coba saja saya kutipkan bagian-bagian artikel itu.
"Penelitian di Anderson Cancer Center menyimpulkan bahwa wanita yang mencukur bulu ketiaknya, 10 kali lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh." Mengapa demikian ? Kata Dr. Ryan, dengan mencukur bulu ketiak maka akan terjadi luka yang tak kasat mata dan pori-pori yang akan membesar yang memungkinkan toksin dan zat kimia dari berbagai produk perawatan dan pengharum ketiak akan masuk. Deodorant anti perspirant juga mempermudah toksin masuk karena sifatnya mencegah pengeluaran keringat yang dapat melunturkan toksin. Selanjutnya toksin itu dapat tertimbun pada payudara sebagai daerah yang dekat dengan ketiak, dan lama kelamaan menyebabkan kanker.
Dikatakan pula disana bahwa sebenarnya bulu ketiak berguna untuk melindungi ketiak dari racun yang akan masuk ke tubuh karena di ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama ke payudara, dan bagian tubuh lain. Karena itu, tentu saja kanker juga bisa tumbuh di bagian tubuh lain seperti paru-paru,jantung dan otak. Menghilangkan bulu ketiak dengan mencukur disebutkan sebagai tindakan yang paling berbahaya karena menimbulkan luka-luka minor lebih besar , namun cara lain seperti wax juga tak kalah bahayanya karena membuat pori--pori di ketiak menjadi lebih besar.
Dari sini, yang kemudian menjadi pemikiran saya adalah bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu selalu dengan maksud yang baik bagi manusia. Tidak ada yang sia-sia dan tak berguna, meski tampaknya sepele. Hanya saja, seringkali manusia dibingungkan sendiri oleh berbagai perasaan seperti malu, kurang pantas, mengurangi kecantikan dan sebagainya. Sebuah standar rasa yang dibuat oleh manusia, termasuk diri saya sendiri.
Wah...beruntung saya sudah tidak lagi melakukan kegiatan tari menari...sehingga tidak lagi harus bingung antara menjaga kesehatan ataukah penampilan. Atau..... saya masih belum bisa memutuskan meneruskan kebiasaan atau membiarkannya saja?
| | |
|
|