Endang's posts with tag: family
|  | Cuma di Hotel aja. Jalan kaki sekitar hotel juga gak ada apa-apa selain panas, tukang tambal ban dan sablon kaos. Jadi ngertinya hanya Bolu Meranti dan becak motor yang nggak mau nurut lampu lalin. Maklum, cuma semalam....... |
Mendengar lagi lagu Gaudeamus Igitur, rasanya kangeeeen......
Kangen masa dulu, saat masuk dan keluar dari lingkungan Kuning itu....kangen juga yang membuat mulut ini komat-kamit mencoba mengikuti liriknya yang tidak semuanya kuingat. Senangnya, yang bisa bertoga lagi...
Sekarang, tugasku mendorong 3 jagoan dari belakang, biar lajunya kencaaaang..............
KOK GUE JADI CENGEEEENG.......
 Orang Jawa, biasanya kalau ada syukuran karena ada yang ulangtahun, promosi, kelulusan, apa aja yang perlu disyukuri, bikin Nasi Kuning dan teman-temannya.
Nah kalau hari ini saya bersibuk ria menghadirkan nasi kuning dan pelengkapnya ini.......ada apa ? Ada yang perlu kami syukuri dengan sangat sederhana, tanpa memanggil siapa2, cuma masak ini aja.
 Ada yang mau ???
Bagaimana jika disantap di tengah hamparan sawah, dengan angin sepoi dan cenderung dingin, .......ada anak-anak yang bermain di pematang dengan memakai caping, lalu ada sebagian yang memancing.......
Masih mau ??????
 Akhirnya, hasil karya pembuatan sebulan yang lalu itu jadi juga. "Mas, Dek.......ini buat hiasan kamar mandi baru kita nanti ya........makasiiiih....." Hmmmm......bapak ibu yang curang.......
|  | Setelah 15 tahunan yang laluaku ke Bromo, Mr. Uban Lebaran kemarin ngajakin sekeluarga main kesana. Dia memang belum pernah sih. Dulu tuh aku sama teman dan adik2nya. Beda banget lho ternyata...maksudnya kekuatan fisik...Biarpun udah fitness, tetep ada yg gak se-joss dulu yah .....duh, umur...umur ! |
ini videonya dari tulisan gue tentang Fun With Clay.......pengen? VIDEO_016.mp4 (30.6 MB)

Mulanya, cuma ingin mencari pernik rumah yang tak kunjung selesai pembangunannya ini. Maklumlah....sebagai warga yang tidak bertitel konglomerat, pembangunan sebuah rumah tentu harus dilakukan amat perlahan. Kebetulan juga kami adalah orang Jawa, sehingga disini terjadilah apa yang dikatakan " alon-alon asal kelakon". Maka, dalam waktu-waktu itu dan ini, kami seringkali menyusuri kota, sejak tengah hingga pinggiran, demi segala yang kami butuhkan dan impikan. Termasuk segala impian tentang pernik dari rumah ini. Maka kesanalah kami menghabiskan akhir pekan lalu. Nyatanya rumah itu memang begitu sejuk dan sangat indah. Berada di dalamnya serasa ingin menikmati sebuah bulan madu penuh kenangan tak terlupakan. Terlebih bagi orang-orang yang penuh cinta. Seperti aku juga yang selalu jatuh cinta pada karya-karya yang ada disana. Tapi pasti bukan aku seorang yang tiba-tiba disergap rasa romantis. Setidaknya, kulihat kekasih-kekasih kecilku amat tidak menyesali bangun paginya yang terpaksa. Dan terluncur juga sebuah kalimat janggal dari salah satunya," aku ingin menikah disini....' Ya, tentu saja janggal jika itu dia yang mengucapkannya. Bagian terbaik dari semuanya, adalah kesempatan untuk merasakan diri sebagai seorang seniman pembuat keramik. Tak usahlah ditanyakan bagaimana perasaanku untuk kesempatan yang diberikan itu. Karena tak dipungkiri, rasa seni dan berkubang di dalamnya tentu akan menggelitik satu sumbu hatiku. Aku bicara tentang kekasih-kekasihku itu. Mereka begitu gembira melihat terbukanya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Terlebih jika hasilnya akan berwujud nyata dan dapat dikagumi sendiri hingga akhir masa. Kembali pada soal warga kebanyakan bukan komglomerat tadi, lembaran yang mungkin melayang di rumah ini untuk membawa pulang pernak pernik yang disukai bisa relatif membuat dahi ibu rumahtangga berkerut. Setidaknya dari sisi kotak kulit yang terselip di bawah lenganku. Hal ini membuatku berpikir nakal. Kekasih-kekasihku itu kuminta membuat hasil karya yang bentuknya tidak terlalu besar. Dengan demikian dari tanah liat sebesar bola tenis itu, akan bisa dibawa pulang beberapa macam pernik yang jika harus diuangkan, membuat kita mengurungkan niat. Yah....mungkin bisa dimaklum oleh sesama perempuan. Tapi yang terpenting, rasanya daun-daun tanaman disana tidak hanya melambai tertiup angin, namun juga seolah memanggilku kembali dan kembali lagi......asalkan pak Uban bisa selalu berlega hati membuka dompetnya...oouuch !
|  | Kami bisa wisata kuliner, atau bowling...macam-macam.... |
|  | Penang Bistro...sewa satu ruangan, sekeluarga besar...karaoke....eh, yg kecil2 kok jadi pada narsis gituh? |
|  | Lebaran di Malang |
|  | My Family |
| |