Endang's posts with tag: just another

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag just another
Masaku bersekolah dulu, hal paling menyenangkan adalah saat memulai tahun ajaran baru. Dari sekian banyak hal yang bisa terjadi untuk menyenangkan hati, aku punya perhatian khusus pada buku tulis baru. Bersampul rapi dengan lapisan plastik, halaman-halaman bergaris dan masih kosong, putih bersih. Selalu saja aku tak sabar untuk memulai pelajaran, hanya demi alasan untuk bisa menulis. Dan setiap kali akan menggoreskan pena, dalam hatiku selalu seperti bersenandung sebuah doa. Niat tentang menulis dngan baik, bagus, indah dan bersih tanpa goresan kesalahan ataupun noda cat penghapus tinta.

 

Beranjak makin besar, mengenal tentang sastra rumit. Kerumitan yang tak pernah ingin dikenal seorang anak hanya agar otaknya tidak harus berkerut menghafal segala gurindam, jajaran penulis, prosa sonata maupun puisi. Aku bahkan tak pernah berhasil mendefinisikan dengan baik apa itu prosa.  Tapi aku suka kata-kata indah. Aku suka menuangkan hati dalam tulisan. Kadang apa yang ingin dituangkan menjadi terlalu berlimpah hingga muncul kebingungan untuk merangkaikan kata dan kalimat yang tidak berloncatan kian kemari tak tentu arah. Kelak, hal begini kumaknai sendiri sebagai isi kepala yang terlalu berisik. Mungkin tak punya arti. Sangat bisa terjadi tak saling berhubungan. Dan makin membingungkan untuk dituangkan, tapi terlalu menyesaki otak untuk dibiarkan berkelana begitu saja dalam kepala. Saat itu, muncullah tulisan-tulisan norak yang berakhir di tong sampah.

 

Aku masih tertarik pada keindahan rangkaian kata, tapi tak berusaha lagi menulis. Lebih baik membaca karya-karya tulisan dan mengagumi kemampuan penulisnya untuk merangkaikan ide dengan huruf-huruf bermakna. Sekaligus menikmati kesempatan dimana aku tak lagi bermain petak umpet dengan ibuku; entah karena alasan yang katanya tak cukup umur untuk membaca sebuah novel, ataupun karena alasan tak mengerjakan cucian dan masakan dan urusan rumah tangga lainnya yang sudah wajib kukerjakan sejak masih tak bisa menyisir rambut sendiri. Dan ketika mulai merangkai kebersamaan dengan Uban tersayang, meski malu-malu namun sombong karena sudah punya pacar, kesenanganku mengagumi kemampuan seseorang dalam merangkai kata seperti mendapat bensin. Menjadikan sebuah karya sebagai ajang diskusi, dan alasan lain untuk menikmati masa pacaran kami.

 

Aku masih tidak mengerti tentang sastra. Hanya mengagumi saja keindahan kata dan kalimat. Mengenali ciri khas manusia yang merangkainya. Dan aku punya kesempatan untuk ikut serta dan mengulangi lagi masa dulu. Merangkai kata norak yang kunekadkan untuk tidak berakhir di tempat sampah, tapi biarlah yang membaca yang meludahi kalau tak suka. Aku punya ladang bercerita, meski aku masih sering mentertawakan sendiri ide yang muncul di kepala untuk dituliskan. Kalau ini yang terjadi, maka tertawa itulah penutupnya dan bukan publish. Akhirnya, aku hanya membaca semua tulisan. Dan menonton koleksi film yang bisa membuatku berkhayal, andaikan aku adalah si penceritanya.

 

Hari ini, aku ingin merangkai lagi huruf-huruf yang muncul tak jelas di belantara alam khayalku. Lagi-lagi, tak berhubungan satu sama lain. Tapi aku tak punya kesempatan untuk memolesnya agar lebih sedap didengarkan jika diucapkan. Maka beginilah caraku mengeluh. Mengeluh tentang tak adanya kesempatan, itu pasti. Mengeluh tentang keinginanku yang terlalu tinggi untuk bisa menjadi seseorang yang mampu menebarkan keindahan rangkaian kata dan kalimat, entah bermakna atau tidak. Mengeluh tentang kemampuan yang tak juga bertambah dalam menghasilkan sebuah tulisan. Dan mengeluh, karena keinginanku itu membuatku  berpikir tak tentu arah, makin merasakan banyak hal dan makin tak bisa dilepaskan dari sarana yang ada untuk menuangkan semuanya. Akhirnya, aku jadi mengeluh karena membingungkan banyak orang dengan apa yang ada di sini.

 

Mungkin ini saatnya tertawa……untuk alasan apapun, yang tak lucu, yang ironis dan macam-macam.

 

 


Blog EntryToo Strict ? Mbuh.........Dec 27, '07 3:07 AM
for everyone
Hari-hari libur yang tidak digunakan untuk jalan-jalan keluarga, tiap pagi jam 6, sudah ada teriakan ," Rayi....Rayi........" Anak-anak kecil dengan sepedanya.....Masih dingin, kadang agak berkabut...dan teriakan-teriakannya akan lama berhenti kalau tidak segera ada jawaban. Yang ada di pikiranku cuma, " Sudahkah pantas waktunya untuk bermain di hari sepagi itu? Sudahkah pantas waktunya untuk berteriak di muka rumah orang ? " Kalau hal itu dilakukan oleh anakku, aku akan malu. Aku merasa tidak bertanggungjawab karena tidak memberitahukan mana yang pantas untuk dilakukan dan mana yang tidak. Karena anak-anak tidak akan mengerti, jika orangtuanya tidak mengajari.

Dan anak-anak, mudah terpengaruh......tak terkecuali anakku. Meskipun masih pagi, dia sudah ingin memenuhi panggilan-panggilan itu. Lumayanlah, sebagian kewajiban sebelum itu berusaha dia selesaikan, mandi, gosok gigi, sarapan dan cuci piring bekas sarapannya sendiri. Tapi ada satu pesan, " Ibu tidak suka dengan orang yang tidak pernah tahu waktu, jadi Adhek boleh main sepeda tapi tidak berteriak di muka rumah orang........"





Photo AlbumKenduri Kuliner (10 photos)Nov 26, '07 8:09 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kemarin siang, ada acara Adira Kendoeri Koeliner Noesantara 2007. Tempatnya di Gedung Arsip Nasional, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat. Dateng sama Ari-Rayi juga Yanti Golek dan Sekar anaknya, sebelum lanjut jenguk teman yang sakit.

Sejak pagi belum makan, mestinya jam 12an lebih gitu memang waktunya lapar. Tapi begitu sampai tempatnya, ngeliat banyak stand makanan, malah bingung mau beli apa. Dasarnya aja bukan yang demen banget makan, malah jadi gak pengen makan. Tapi daripada sakit dan pusing2..ya sudah.

Dari yg sempat kucicipi sih, nasi tutug oncom minta Ari dan kupang lontong untukku ( kupangnya harus mancing di kuah yang banyak deh )...gak istimewa rasanya. Mungkin yg lain enak ya rasanya...tapi panas terik, keringat meleleh...makin gak pengen makan deh......

Ini sebagian foto2nya...

ReviewMultiply - Blogger Isinya Kembar ?May 24, '07 7:38 PM
for everyone
Category:Other
Untuk asal omong aja............

MP ini ternyata memang bagus banget untuk melepaskan keisengan. Hampir semua sarana yang dibutuhkan untuk iseng ada di sini. Kecuali mungkin ketersediaan toilet. Ah, tapi masalah pemanfaatan ruang entah untuk gudang, lemari, kamar ataupun toilet sih memang tinggal tergantung mur baut yang ada di kepala ini, kuat atau longgarnya. Tergantung silit ini buntu atau nggak.

Tapi separuh nafasku sudah terlanjur terhembuskan di halaman Bloggerku dan sulit untuk pindah ke lain hati. Maka, setiap kali aku ingin bernafas, berteriak, tertawa, menangis.....pasti utamanya akan lari kesana. Disini, aku sudah kehabisan energi selain hanya untuk minum kopi dan merebahkan diri memejamkan mata mimpi indah. Beruntung sarana MP ini sangat memudahkan hidupku, hingga apa yang kucatatkan di Blogger, bisa langsung terbaca disini.

Jadi, isi MPku ini memang kembar dalam catatan dengan Bloggerku. Tapi biar saja. Mungkin masih tersisa lalat dan kumbang yang berbeda datang pada 2 halaman kembar ini. Jika ada lalat dan kumbang yang sama pula, yah.....biar saja dia kekenyangan. Dan biarkan dia muntah di salah satunya.

Hmmm..... kopi ini kurang manis....biar kutambahkan gula atau madu atau kecap dulu......*kopi gue ini, terserahlah apa yang gue tambahin*.....


Videotasyakuran ariMar 7, '07 2:54 AM
for everyone
Pembacaan Al Qur'an dan Saritilawah


Video.avi (8.9 MB)

VideoYou Raise Me UpMar 7, '07 2:53 AM
for everyone
They sing together


Video.avi (17.4 MB)

VideoKarena CintaMar 7, '07 2:47 AM
for everyone
They make me cry


Video.avi (10.8 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help