Endang's posts with tag: nerawang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag nerawang
VideoJaman 6 tahun yang lalu .........Mar 20, '08 9:33 PM
for everyone
Amsterdam.......kenangan manis yang gak bakal hilang, menyisakan percikan api dan tusukan tajam rasa rindu untuk separuh hidup yang pernah kujalani.......


VIDEO_030.mp4 (30.4 MB)

Blog EntryBicara "Ora Ilok" Dengan AminahMar 18, '08 8:44 PM
for everyone

" Ora ilok ngono kuwi.....gak ilok koyok ngono iku..."

Apa itu? Yah......kata-kata itu seringkali terdengar dalam masa nafas yang lalu. Jauh ke belakang, tempat dimana hari-hari yang kini ada dirintis. Kalau kosa katanya tak tercatat dalam kamus besarmu, maka bisa kubisikkan saja bahwa itu berarti tidak baik seperti itu atau pamali. Maka, jika kalimat itu sudah mengudara, sebaiknya tak lagi dilakukan hal-hal yang akan memicu petuah berhamburan.

Ah ya.....aku bicara saja dengan Aminah, temanku yang telah lama tak kubicarakan. Mungkin dia lebih menguasai khasanah per- ora ilok -an itu.

Begini, kata Aminah, sekali waktu kamu ingin menghirup nafas segar yang rasanya hanya ada di sebuah ambang pintu. Tentu apa yang dirangkai oleh keinginan menghirup nafas segar itu adalah kegiatan duduk, memeluk lutut mungkin, lalu sambil melihat lalu lalang meski hanya debu dan diiringi sejumlah lalu lintas cerita. Bisa terjadi memang, semua itu dilakukan seorang diri, yang artinya tentu jadi melamun melanglang jagad tak tentu arah dan berimajinasi apa saja. Maka apa yang terjadi saat itu jika lalu tertangkap sinar mata mereka yang lanjut usia, akan menerbitkan kalimat andalan tanpa penjelasan.

Memang, selalu tanpa penjelasan. Pernah kukatakan pada Aminah bahwa aku mempertanyakan sekali saja alasan ora ilok itu. Yang kusimpan hingga bertahun kemudian adalah pandangan tajam dan seolah aku telah mempertanyakan sebuah benda kepastian yang menjadi milik Gusti secara mutlak. Menjadi aib bagi seorang makhluk kecil mempertanyakan nasehat orangtua.

Aminah tersenyum. Dia memandang lurus, sebelum mengatakan, bahwa seharusnya memang aku telan saja kata-kata itu. Tidak akan rugi buatku menelan bulat-bulat wejangan itu, selain kehilangan kesenangan kecil semata untukmelakukan apa yang menjadi keinginanku saat itu. Sewaktu lalu usia makin merambat naik, banyak pemahaman baru memasuki celah pemikiran dan logika menemukan jalannya. Ambang pintu itu, adalah tempatnya lalu lalang siapa saja yang ingin lintas ruangan. Kemungkinan yang bisa terjadi jika aku duduk disana adalah aku terinjak, tertendang atau mungkin orang itu sendiri yang urung melintas dan lalu memberi perasaan bersalah telah mengganggu kepentingan orang lain untuk sekedar melangkah. Atau, aku mungkin akan membutuhkan sentuhan koin gobang dan balsam untuk mengusir angin penghuni ambang pintu yang merasuk ke tubuh karena tempatnya telah kujajah sedemikian rupa. Aminah tersenyum lagi dan berkata, " kamu menemukan kebaikannya buatmu".

Lalu kenapa logika itu tak diberikan lebih awal ketika aku bertanya? Ah ya......bodoh sekali. Jamanku dan Aminah kecil , semua nasehat kebanyakan adalah warisan. Apa yang ibu kami katakan, mungkin begitu juga yang beliau dapatkan sewaktu mereka kecil dulu dulu dan dulu sekali. Tak ada keinginan mengaransemen ulang nadanya agar terdengar lebih indah di telinga kami. Tak ada modifikasi. Semua diberikan dengan nada dasar yang sama, dipertahankan harmoninya dan caranya mungkin juga sudah dalam setelan default.

Dan bukan cuma tentang duduk di ambang pintu. Tapi ada banyak jenisnya, seperti menyapu harus selesai hingga masuk pengki agar suamiku tak brewok, habiskan makanan atau ayam tetangga mati dan dewi sri menangis, atau perempuan tak bersiul dan memasak tak sambil berkacak pinggang. " Aminah. Aminah........kita temukan nalarnya di usia kita yang sekarang ya ". Kami tertawa kecil, tapi cukup panjang sebelum melihat kekasih-kekasih kecil kami berlarian di sekitar.

Aku menerawang berdua dengannya melihat kaki-kaki kecil berlari. Satu tak ikut berlari, sibuk menelusuri jaring pertemanan dunia maya. Dunia ini bukan satu-satunya lagi, hingga ada yang kami sebut sebagai maya. Yang katanya maya ini, mampu membawa siapapun menghubungkan yang nyata disini dengan nyata lain di entah mana. Dan kemampuan menyelusupkan benak di alam maya itu mempunyai tuntutan nalar yang tak mungkin lagi diminta menelan semuanya secara bulat dan mentah.

Kami berpandangan. Menyadari sesuatu dan akhirnya kukatakan," aku tak pernah memakai plot seperti yang dulu kuterima. Ora ilok itu tak pernah didengar anakku dari mulutku ". Aminah mengerti. " Tapi nilai-nilainya tetap perlu disampaikan, Minah...." Lagi Aminah mengangguk.

Memang, bukan keberadaan yang maya yang meniadakan ora ilok dengan sadar dari khasanah percakapanku dengan kekasih-kekasih kecil itu. Semata, hanya alam bawah sadarku yang menolak untuk dipandangi dengan heran oleh mereka ketika sebuah alasan tak mampu kuberikan. Alasan yang kutahu dengan benar logikanya. Alasan yang ketika kuutarakan sebagai jawaban pertanyaan mereka, akan langsung membuat kata ora ilok itu tak relevan lagi dan seharusnya hanya menjadi tak baik.

Ketika Aminah berujar kemudian," kamu tahu......ketika kamu berikan nasehatmu dengan bahasa yang bisa mereka terima dengan logikanya, kamu sudah menghilangkan kesempatan mereka untuk mendapatkan jawabannya secara nalar.....dan mereka menjadi kurang berlatih pikir karena disuapkan sesuatu yang mudah dicerna....." , ngilu di ulu hatiku. Apakah aku salah lagi? Apakah aku membunuh, Aminah?

Sebaiknya kita berlibur saja........dan nikmati empat hari yang indah ini.


Blog Entrygimana rasanya ?Dec 28, '07 1:13 AM
for everyone
Abis besuk ke Dharmais, langsung ke Hotel Peninsula. Uban ada janji ketemu orang disana, sekalian makan siang.

Makanan banyak dan mungkin enak semua. Tapi sambil nelan, masih teringat airmata ibunya Rani....kok jadi susah nelan cenderung mual....masih pengen nangis rasanya ....

Beneran, aku nggak tau makanan ini gimana rasanya ..... ditutup kopi pahit aja jadinya .....

Blog EntryHujanMay 30, '07 7:54 AM
for everyone
Hujan tuh banyak yang suka, tapi ada juga yang benci. Dingin, maunya ke kamar mandi terus, repot kalau mau pergi. Tapi coba dengan kopi panas, tak harus ada kudapan, wangi tanah. Anginnya segar.

Tapi aku suka sebal, ..oh, atau nikmat? Masalahnya, suasananya membuat diri bisa terhanyut. Ngelangut. Pikiran melayang tak tentu arah. Kadang jadi terlalu jauh. Atau hanya aku? Tak mungkiiiiinnn......mengakulah semua !

Lebih baik kutelpon aja Uban biar cepat pulang. Biar kepala ini tidak terlalu berisik, seperti kata Fitri.  Biar kubicara yang terarah saja. Atau kutatap sinetron tak bermutu biar kulontarkan banyak kritik yang tak terdengar kemana-mana.

Tit tut tit tut.....kriiiing........


MusicDari Jaman DuluMay 25, '07 7:14 PM
for everyone
Emang lagu jadul, tapi aku gak pernah bosen. Inget jaman sekolah, inget temen2 kongkow, inget cerita2 lalu, yg kadang berasa badung bgt ( kok ya bapak ibuku gak ngerti anaknya badung ya ?) .....sambil minum kopi sendirian, gerimis, gak mau diganggu,.....
Tapi dengan ini gak berasa bgt udah mulai tua.......

Seperate Lives Hits Phil Collins & Marilyn Martin 
Easy Lover  Phil Collins & Phil Bailey 
Phil Collins - Another Day In Paradise   
Lenny Kravitz - It Aint Over Till Its Over  Lenny Kravitz 
Fallen Pretty woman Sound Track Lauren Wood 
Natalie Cole - Pretty Woman Soundtrack - Wild Women Do   
King Of Wishful Thinking  Pretty Women 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help